4 Hal Penting dalam Pemasangan Instalasi Air

757 views

pipa-air

Air merupakan salah satu kebutuhan yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa air, aktivitas sehari-hari kita akan terhambat. Pentingnya peranan air dalam kehidupan kita seolah ikut menyadarkan bahwa proses distribusi air merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Untuk itu, pemasangan instalasi air menjadi sebuah kebutuhan agar kita bisa menggunakan air tersebut dengan mudah. Dengan adanya instalasi air, aliran air akan lancar menuju keran wastafel, tempat cuci piring, kamar mandi hingga  keran di kebun belakang.

Meski terkesan sepele, pemasangan instalasi air ini tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Selain memerlukan orang yang ahli di bidang pemasangan instalasi air, dibutuhkan pula material yang berkualitas untuk membuatnya. Contohnya dengan menggunakan pipa stainless yang tahan karat. Namun selain pemilihan bahan, ada hal-hal lain yang harus Anda ketahui seputar pemasangan instalasi air, seperti berikut ini:

  1. Model instalasi air

Secara umum, pemasangan instalasi air memiliki 2 model yang bisa yakni instalasi terbuka dan instalasi tertutup. Instalasi terbuka biasanya akan membutuhkan pipa jenis stainless yang seluruh ujungnya menyambung tanpa terputus. Sistem ini sering juga disebut sebagai sambungan melingkar.

Jika menggunakan sistem instalasi terbuka, tekanan air akan lebih kuat. Jika Anda menghidupkan semua keran, aliran air tersebut akan memiliki debit yang sama. Kelemahannya, pemasangan sistem instalasi ini membutuhkan biaya yang lebih mahal.

Sementara model kedua ialah sistem instalasi tertutup. Jika ingin menghemat biaya, Anda bisa memilih pemasangan pipa air dengn sistem ini. Kebalikan dari instalasi terbuka, sistem tertutup ini justru memiliki kedua ujung pipa yang terbuka.

Tekanan air dari sistem instalasi tertutup biasanya lebih rendah. Jika menyalakan keran pada saat yang bersamaan, debit air yang dihasilkan tidak sama. Selain itu, jika terjadi gangguan pada satu titik, seluruh saluran air akan terputus semuanya.

  1. Lokasi pemasangan instalasi air

Dari segi lokasi, pemasangan instalasi air ini memiliki 2 cara, yakni cara menanam dan cara menempel. Jika memasang pipa stainless dalam keadaan tertanam, artinya instalasi air tersebut berada di bawah tanah. Cara ini sangat bagus jika dilihat dari segi keamanan dan kerapian. Namun kelemahannya ialah Anda akan susah untuk melakukan pemeriksaan atau perawatan karena harus menggalinya terlebih dahulu.

Kedua ialah pemasangan dengan cara menempel. Dengan cara ini, instalasi air biasanya akan ditempel di atas tanah atau di samping dinding sekitar rumah. Risikonya lebih besar dibandingkan dengan menggunakan cara menanam karena pipa bisa pecah atau rusak jika terlindas beban berat. Meski begitu, cara ini akan memudahkan Anda saat memeriksanya.

  1. Sumber air

Dalam pemasangan instalasi air, Anda juga harus memastikan dulu sumber air yang akan digunakan. Sumber air dari PAM atau PDAM biasanya mempunyai jalur khusus untuk pemasangan pipa stainless tersebut.

Anda tidak bisa sembarangan mengganti jalur air atau mengubah ukuran pipa karena semua sudah disesuaikan oleh pihak PAM. Berbeda jika Anda menggunakan sumber air sumur yang bisa menentukan sendiri jalur distribusi air dan ukuran pipa yang digunakan.

  1. Biaya pemasangan

Untuk menghemat biaya pemasangan instalasi air, Anda bisa memadukan beberapa hal agar biaya pemasangannya bisa lebih ditekan. Cobalah untuk menggunakan metode pemasangan menempel, namun tetap menggunakan pipa stainless. Meskipun pipa ini cenderung mahal, namun kualitasnya bagus karena lebih awet serta tidak mudah berkarat.

Itulah hal-hal penting yang harus menjadi pertimbangan Anda saat akan memasang instalasi air. Pastikan pemasangannya sudah dilakukan dengan benar agar distribusi air di rumah Anda pun dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, kualitas pipanya pun harus selalu diperhatikan dan dirawat agar instalasi tersebut bisa bertahan lama. Semoga bermanfaat!

Leave a reply "4 Hal Penting dalam Pemasangan Instalasi Air"